Skip to main content

NILA PRASIWI_1423305162_KSPI_PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM FORMAL DAN NONFORMAL




NILA PRASIWI_1423305162_KSPI_PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM FORMAL DAN NONFORMAL



PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DI SEKOLAH FORMAL DAN NON FORMAL
logo iain
Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata kuliah: Kapita Selekta Pendidikan Islam
Dosen Pengampu: Rahman Affandi, S.Ag., MSi.

Oleh :
Nila Prasiwi   (1423305162)

6 PGMI D
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PURWOKERTO
2017

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berbicara tentang pendidikan, tentunya tidak dapat dipisahkan dari peran pendidikan dan pengaruhnya bagi masyarakat luas. Namun, pendidikan sendiri tak terlepas dari berbagai permasalahan yang menimpanya, hingga kini pendidikan Islam masih saja menghadapi masalah yang komplek, dari permasalahan konseptul-teoritis, hingga permasalahan operasional-praktis. Tidak terselesaikannya persoalan ini menjadikan pendidikan Islam tertinggal dengan lembaga pendidikan lainnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sehingga pendidikan Islam terkesan pendidikan “kelas dua”. Tidak heran jika kemudian banyak generasi muslim yang justru menempuh pendidikan dilembaga pendidikan non Islam.
Di dalam masyarakat Indonesia problematika yang dihadapi dalam sistem pendidikan di Indonesia meliputi perluasan sistem yaitu menambah daya tampung sistem, sehingga sistem pendidikan Islam tidak hanya melayani anak-anak usia sekolah melalui pendidikan formal saja, melainkan melayani masyarakat melalui pendidikan non formal. Akhir-akhir ini kehausan masyarakat kita akan pengetahuan tentang agama Islam sangat meningkat. Sistem pendidikan non formal merupakan satu-satunya sarana memenuhi kebutuhan tersebut.[1]
Di masyarakat muncul berbagai lembaga untuk memenuhi permintaan akan pengetahuan agama, misalnya lembaga dakwah, kelompok pengajian, kuliah subuh, dan sebagainya. Ini semua dapat dipandang sebagai modal untuk mengembangkan sistem pendidikan non formal. Mampukah kita mengembangkan lembaga pendidikan non formal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat?. Inilah problem pendidikan nasional yang sudah mulai terasa dewasa ini.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian lembaga pendidikan formal dan non formal?
2.      Bagaimana gambaran umum sekolah formal dan non formal?
3.      Bagaimana hasil penelitiannya (problematika) yang dihadapi lembaga pendidikan formal dan non formal?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui tentang pengertian lembaga pendidikan formal dan non formal.
2.      Mengetahui gambaran umum sekolah formal dan non formal.
3.      Mengetahui hasil penelitiannya (problematika) yang dihadapi lembaga pendidikan formal dan non formal.









BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan non formal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Contohnya seperti TPQ, kursus diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.[2]
Ke duanya saling berkaitan, dan juga banyak problematika yang dihadapi di setiap pendidikan tersebut. Oleh karena itu makalah ini merujuk kepada problematika yang dihadapi  baik itu formal maupun non formal untuk melakukan observasi disetiap sekolah masing-masing.[3]
A.        Waktu dan Tempat Pelaksanaan
1.         Waktu
     Selasa, 25 April 2017
            2.   Tempat Pelaksanaan
                              SD N 2 Selanegara (formal)
                              TPQ Nurul Islam Selanegara (non formal)
B.        Gambaran Umum Sekolah
            1.   Lembaga Pendidikan Formal
a.       Identitas Sekolah
Nama Sekolah             : SD N 2 SELANEGARA
NPSN                          : 20301752
Alamat                                    : Jl. Bogangin KM. 01 Selanegara, Sumpiuh
Kode Pos                    : 53195
Desa/Kelurahan           : Selanegara
Kecamatan                  : Sumpiuh
Kabupaten/Kota          : Banyumas
Provinsi                       : Jawa Tengah
Status Sekolah                        : Negeri
Jenjang Pendidikan     : SD
b.      Visi Misi
Visi : Maju mengukir prestasi berbekal IMTAQ dan IPTEK
Misi :
·         Terwujudnya peserta didik berbudi luhur dan berahlak mulia.
·         Terwujudnya peserta didik berfikir ilmiah, berperilaku kritis, dan kreatif.
·         Terwujudnya prestasi peengembangan diri sesuai bakat, kemampuan dan minat setiap peserta didik.
·         Mengolah potensi membangun prestasi.
c.   Ekstrakurikuler
      Rebana
d.   Prestasi
·         Juara 1 lomba macapat tingkat kecamatan
·         Juara 1 lomba pidato tingkat kecamatan
·         Juara 2 lomba kaligrafi tingkat kecamatan
·         Juara 1 dan 2 nyanyi tunggal putra dan putri tingkat kecamatan
2.         Lembaga Pendidikan non formal
     a.  Identitas Sekolah
Nama Sekolah             : TPQ Nurul Islam
Alamat                                    : Jl. Bogangin KM. 01 Selanegara, Sumpiuh
Desa/Kelurahan           : Selanegara
Kecamatan                  : Sumpiuh
Kode Pos                    : 53195
                    b.  Visi dan Misi (belum ada)
                    c.  ekstrakurikuler (belum ada)   
                    d.  Prestasi (belum ada)

C.        Hasil Penelitian (problematika)
            1.     Lembaga Pendidikan Formal
                    Problematika yang dihadapi oleh guru PAI di SD N 2 Selanegara :
                    a.  Kondisi ekonomi keluarga dari siswa tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam proses pembelajaran PAI. Ada beberapa siswa yang kondisi ekonominya kurang mampu sehingga tidak mudah untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Seperangkat pengajaran atau pembelajaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Perangkat belajar mengajar maksudnya buku-buku pelajaran PAI, pensil, penggaris, buku-buku Lembar Kerja Soal (LKS), dan lain-lain.
                    b.  Kebanyakan guru hanya teori malas praktek. Sering guru hanya mentransfer ilmu, jarang mengadakan umpan balik secara langsung. Disini guru sangat kurang komunikatif dengan peserta didik sehingga tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi siswa.
                    c.  Pembelajaran PAI di sekolah tersebut hanya dijatah 3 jam dalam seminggu, sehingga sangat kurang untuk menyampaikan materi, sehingga banyak siswa yang masih belum paham betul dengan materi PAI tersebut dengan adanya waktu yang hanya dijatah 3 jam dalam seminggu sangatlah kurang. Kemungkinan banyak siswa yang belum paham tapi lanjut dengan materi selanjutnya karena faktor waktu yang sangat kurang. Disini guru juga dituntut dalam setiap semester materi yang disampaikan harus selesai tepat waktu.
                    d.  Lingkungan masyarakat sekitar juga berpengaruh dalam proses pembelajaran PAI. Di lingkungan masyarakat ada beda paham misalnya agamanya Islam tetapi alirannya ada yang NU dan Muhammadiyah. Sehingga guru dituntut untuk menyesuaikan keadaan siswa sesuai paham yang dianut untuk tidak saling membeda-bedakan.
                    e.  Kurangnya media/alat peraga untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran PAI di sekolah tersebut. Dalam pembelajaran PAI siswa terkadang bosan dengan materi yang bercerita panjang guru hanya menyampaikan dengan menggunakan metode berceramah. Sehingga sangat perlu media/alat peraga untuk meningkatkan keberhasilan siswa khususnya dalam pelajaran PAI. Mungkin juga karena faktor lain seperti keterbatasan dana untuk membeli peralatan media tersebut.
                    f.   Metode yang digunakan guru terkadang tidak sesuai, sehingga banyak siswa yang belum paham dengan agama, belum bisa baca qur’an, hafalan, ada juga yang belum paham sama sekali tentang apa itu huruf Arab.

            2.     Lembaga Pendidikan Non Formal
     Di TPQ Nurul Islam masih sangatlah kurang dari berbagai hal. Dari segi pendidik, media/alat peraga dan juga sumber belajar yang sangat kurang. Hanya saja para peserta didik lebih banyak dibandingkan saat dulu masih sangat kurang diminati oleh kalangan anak-anak maupun orang tua yang kurang peduli terhadap anaknya yang masuk ke TPQ. Terutama dalam segi pendidiknya yang sangatlah kurang hanya sekedar mengajar yang penting anak tersebut itu paham. Kebanyakan yang mengajar itu lulusan SMA dan SMP namun dari segi pendidikan agama cukup baik hanya saja seperti metode yang digunakan dalam mengajar kadang tidak sesuai dengan kondisi siswa. Kurangnya sumber belajar seperti LKS, akan mempersulit anak didik dalam mengikuti pembelajaran. Hanya gurunya yang memiliki buku sebagai panduan untuk mengajar sementara anak didiknya hanya mendengarkan apa yang disampaikan gurunya dan juga harus memahami materi yang disampaikan.




BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan non formal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Contohnya seperti TPQ, kursus diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya. Dari hasil observasi di SD N 2 Selanegara  (formal), ada beberapa problematika yang dihadapi guru PAI di antaranya :
            1.         Kondisi ekonomi keluarga dari siswa tersebut.
            2.         Kebanyakan guru hanya teori malas praktek.
            3.         Pembelajaran PAI di sekolah tersebut hanya dijatah 3 jam dalam seminggu.
4.                     Lingkungan masyarakat sekitar juga berpengaruh.
5.         Kurangnya media/alat peraga.
6.         Metode yang digunakan guru terkadang tidak sesuai.
            Sedangkan dalam problematika pendidikan di TPQ Nurul Islam (non formal) Dari segi pendidik kurang diterapkannya adanya metode pembelajaran yang digunakan, media/alat peraga dan juga sumber belajar yang sangat kurang, Kurangnya sumber belajar seperti LKS, akan mempersulit anak didik dalam mengikuti pembelajaran.
B.        Saran
             Seharusnya dalam hal ini guru harus lebih profesional mungkin dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi anak didiknya. Sebisa mungkin guru lebih memperhatikan anak didiknya tentang paham atau tidaknya materi yang disampaikan. Selain itu guru lebih banyak menerapkan metode yang menarik agar anak didik tidak merasa jenuh saat pembelajaran. Pihak sekolah juga lebih peka terhadap kondisi sekolahnya seperti keterbatasan alat peraga/media , sumber belajar yang sangat
kurang mungkin karena keadaan ekonomi keluarga dari siswanya sebisa mungkin pihak sekolah mengatasi hal tersebut.
C.        Dokumentasi  

DAFTAR PUSTAKA
Selamatkan Generasi Emas 2045”,Majalah Suara Pendidikan, (Edisi XIV Oktober 2013)
Anshari, H.M Hafi. 1982. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Daulay, Haidar Putra. 1999.Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Logos.


           
           


           
                   





[1] Selamatkan Generasi Emas 2045”, Majalah Suara Pendidikan, (Edisi XIV Oktober 2013).
[2] Hafi H.M Anshari, Pengantar Ilmu Pendidikan,Surabaya: Usaha Nasional. Hlm 9-10.
[3] Daulay, Haidar Putra. Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Logos. Hlm 23-24

Komentar

Comments

Popular posts from this blog

PES 2017 LITE DOWNLOAD - PES 2017 LITE UKURAN KECIL HANYA 256 MB - PES 2017 ANDROID .APK DAN DATA

Poweramp Music Player 2.0.10 Apk Pro Full Version Unlocker Terbaru Download

Samsung Music Untuk Android 4.4 kitkat dan Samsung Music Untuk android 5.0 Lolipop Sampai 8.0 Oreo